Mengenal RS Siti Khodijah Sepanjang, Sidoarjo
Rumah
Sakit Siti Khodijah Sepanjang
A A. Sejarah
RS
Siti Khodijah Sepanjang bermula dari sebuah gudang garam yang dibeli Haji
Mohammad Isa Attamimi, kemudian resmi berdiri sebagai Amal Usaha Muhammadiyah
(AUM) bidang kesehatan pada 26 November 1967. Perkembangannya terus meningkat
hingga memperoleh akreditasi RS tipe B pada 14 Mei 2014 serta akreditasi
Paripurna SNARS Ed. 1 dari KARS pada 3 Mei 2019. Selain menjalankan fungsi
pelayanan kesehatan sebagai wujud Penolong Kesengsaraan Umum, rumah sakit ini
juga memberikan kontribusi nyata bagi organisasi Muhammadiyah melalui enam
aspek strategis: pembinaan jamaah, penguatan kepemimpinan, pemberdayaan ekonomi
dan sosial umat, pengembangan AUM unggulan, kaderisasi, serta perluasan daya
pengaruh dakwah.
RS
Siti Khodijah Sepanjang didirikan sebagai perwujudan misi dakwah Muhammadiyah
dalam menjalankan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, khususnya melalui upaya
meningkatkan derajat kesehatan masyaraka, terutama kelompok ekonomi menengah ke
bawah guna mendukung terwujudnya masyarakat Islam yang sehat jasmani dan
rohani. Pada masa awal pendiriannya, rumah sakit ini lahir dari kepedulian
terhadap kondisi ibu hamil di wilayah Sepanjang yang harus menempuh perjalanan
jauh ke Surabaya untuk melahirkan, karena belum tersedia rumah bersalin atau
tenaga kesehatan yang memadai. Dengan keterbatasan transportasi seperti becak
dan dokar, banyak ibu hamil akhirnya memilih melahirkan dengan bantuan dukun
bayi, yang tentu berisiko tinggi bagi keselamatan mereka dan bayinya.
Keterlibatan
RS Siti Khodijah dalam penguatan Persyarikatan terlihat dari berbagai langkah
konkret, salah satunya membeli SDIT Zam-Zam di Sukodono untuk diserahkan kepada
Majelis Dikdasmen PCM Sepanjang agar dapat dikelola sebagai bagian dari
jaringan pendidikan Muhammadiyah. Rumah sakit ini juga memberi ruang istimewa
bagi kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dengan mendukung berbagai aktivitas
dakwah mereka, sekaligus memprioritaskan warga Muhammadiyah dalam proses
rekrutmen melalui rekomendasi ranting maupun cabang.
Di
bidang pelayanan kesehatan, RS Siti Khodijah aktif memberikan subsidi biaya
perawatan bagi pasien kurang mampu, terutama bagi warga Muhammadiyah. Rumah
sakit ini juga menerapkan pola “gendong-ngindit,” yakni kemitraan saling
menguatkan dengan klinik-klinik Muhammadiyah agar pelayanan kesehatan di
wilayah sekitar dapat berjalan lebih terpadu. Kiprah rumah sakit semakin
menonjol saat ditetapkan sebagai RS rujukan Covid-19 oleh Gubernur Jawa Timur.
Pada 2021, RS Siti Khodijah menempati peringkat ke-21 nasional dalam kategori
100 RS dengan klaim pasien Covid-19 tertinggi, bahkan menjadi rumah sakit
swasta dengan klaim tertinggi di Indonesia.
Rumah Sakit ini didirikan sebagai wujud misi dakwah Muhammadiyah upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya bagi kalangan ekonomi menengah dan kurang mampu dalam rangka mendukung terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang sehat jasmani dan rohaniKini setelah hampir setengah Abad sejak berdirinya, RS Siti Khodijah Sepanjang telah menjadi Rumah Sakit terbesar di Sepanjang dan sekitarnya, dengan 450 tenaga ahli dan telah tersedia berbagai Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang dibutuhkan Masyarakat. Rumah Sakit ini juga telah dilengkapi dengan Peralatan dan Tehnologi terbaru dan canggih dibidang Kesehatan.
B. B. Perkembangan
1. 1. Kini RS Siti Khodijah Mempunyai Gedung Medik Enam Lantai
RS Siti Khodijah kini memiliki gedung medik tahap 2 setinggi enam lantai yang diresmikan oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof. KH Haedar Nashir pada 1 September. Gedung ini dibangun untuk memperluas layanan IGD dan rawat inap klinik eksekutif, sekaligus mengurangi waktu tunggu pasien di layanan rawat jalan. Fasilitas di dalamnya sangat lengkap, terdiri atas 6 kamar operasi, 1 cathlab untuk kateterisasi jantung, 1 ruang endoskopi, 23 tempat tidur ICU, 26 tempat tidur rawat inap nonbedah, 24 tempat tidur rawat inap bedah, serta klinik eksekutif dengan total 12 tempat tidur dan 6 tempat tidur ruang transit.
Direktur
RS, dr. Muhammad Hamdan SpS(K), menjelaskan bahwa gedung baru ini sekaligus
berfungsi mengurangi penumpukan layanan di rawat jalan sehingga waktu tunggu
pasien menjadi lebih singkat. Selain itu, bangunan ini juga disiapkan untuk
memenuhi standar nasional Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan meningkatkan
kualitas pelayanan bagi pasien umum. Hamdan berharap perluasan fasilitas ini
membawa keberkahan dan membuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat semakin
mudah, sejalan dengan komitmen rumah sakit memberikan pelayanan sepenuh hati.
Pada saat gedung medik ini diresmikan, RS Siti Khodijah juga sedang membangun
gedung tahap 3 setinggi tujuh lantai. Pembangunan tahap berikutnya itu
dirancang untuk menambah kapasitas KRIS serta memperkuat layanan stroke,
isolasi, kemoterapi, rehabilitasi medik, dan fasilitas penunjang lainnya.
2.
2. Pendaftaran BPJS Kesehatan di Rs Siti Khodijah Menggunakan Mobile JKN
RS
Siti Khodijah memanfaatkan aplikasi Mobile JKN sebagai bagian dari upaya
mempercepat transformasi layanan publik di bidang kesehatan. Melalui aplikasi
ini, pasien BPJS Kesehatan dapat melakukan pendaftaran dan mengambil nomor
antrean secara online, sehingga tidak perlu datang lebih awal atau menunggu
lama di lokasi pelayanan. Mekanisme ini tidak hanya membuat proses administrasi
lebih cepat, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pasien karena alur layanan
menjadi lebih teratur dan terprediksi.
Selain
mempercepat pendaftaran, penggunaan Mobile JKN juga membantu rumah sakit
mengelola arus kunjungan dengan lebih efisien. Data antrean yang masuk secara
digital memudahkan tenaga kesehatan dalam mempersiapkan pelayanan, mengurangi
penumpukan di loket, serta meminimalkan risiko kerumunan terutama pada jam-jam
sibuk. Langkah ini mencerminkan komitmen RS Siti Khodijah untuk menghadirkan
inovasi digital yang relevan, adaptif, dan ramah pengguna demi memenuhi
tuntutan masyarakat akan layanan kesehatan yang semakin modern, terintegrasi,
dan responsif.
3.
3. RS Siti Khodijah Lulus Sertifikasi (SIRSMA)
RS
Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang meraih pencapaian penting dengan
resmi lulus sertifikasi SIRSMA (Standar Islami Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah)
dan mendapatkan predikat tertinggi, yaitu ISTIMEWA. Predikat ini menjadi bukti
bahwa seluruh aspek pelayanan, manajemen, serta budaya kerja rumah sakit telah
memenuhi standar Islami yang ditetapkan MPKU Muhammadiyah–‘Aisyiyah secara
komprehensif.
Keberhasilan
ini tidak lepas dari kerja keras seluruh keluarga besar RS Siti Khodijah, mulai
dari pimpinan, tenaga kesehatan, staf administrasi, hingga unit-unit pendukung yang
menunjukkan dedikasi, profesionalisme, dan komitmen kuat untuk menghadirkan
layanan yang tidak hanya bermutu tinggi tetapi juga berlandaskan nilai-nilai
keislaman. Setiap upaya, doa, dan kebersamaan yang terbangun akhirnya berbuah
pada hasil yang membanggakan ini.
Pencapaian
predikat ISTIMEWA tersebut diharapkan menjadi motivasi baru bagi rumah sakit
untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat implementasi standar Islami
dalam setiap proses, serta menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan keberhasilan
ini, RS Siti Khodijah bertekad melayani masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya
secara lebih profesional, humanis, dan Islami, sehingga keberadaannya semakin
memberikan manfaat luas dan keberkahan bagi umat.
Referensi
·
https://repository.dinamika.ac.id/id/eprint/2442/5/BAB_II.pdf
·
https://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/16683/bab%204.pdf?sequence=8&isAllowed=y
·
https://www.goalkes.com/rumah-sakit/rs-umum-siti-khodijah-muhammadiyah-cabang-sepanjang
Komentar
Posting Komentar